Pada
suatu hari ada seorang penebang kayu yang disuruh oleh sang raja untuk menebang
semua kayu yang ada di sekiar istananya, setelah menebang beberapa pohon,
penebang pohon itu mendengar bahwa ada sebatang pohon yang berbicara padanya
"Hai kamu, wahai penebang kayu!" penebang kayu itu pun terkejut
sekali, dengan gugup ia pun menjawab dengan gugup "Y-y-ya.... a-a-apakah
ka-kamu me-me-memanggil sa-sa-saya??.." "Ya tentu saja wahai penebang
kayu yang terhormat." "A-apakah a-ada ya-ya-yang bi-bisa sa-saya bantu?...."
"Wahai penebang kayu, tolong jangan tebang saya karena umurku ini sudah
sangat tua... akarku sudah sangat keras dan besar, dan aku sudah nyaman tinggal
disini. Tolonglah aku... jangan tebang aku... tolonglah.." sang penebang
kayu itu pun tersentuh hatinya dan ia pun tidak gugup dan takut lagi pada pohon
itu, dan ia pun menjawab "Baiklah, aku tidak akan menebangmu
walau bagaimana pun.." "tetapi..." sang penebang kayu pun
tersentak dan berkata "tetapi kenapa?? aku kan sudah ikhlas untuk
membiarkanmu tetap berada disini dan di desa ini pun hanya aku seorang yang
menjadi penebang kayu..!!" "Bukan itu masalahnya wahai tukang
kayu.." "lalu apa??.." "aku hanya takut bila kau dimarahi
oleh sang raja..." "hmm...... itu tidaklah apa-apa, aku yang akan bertanggung
jawab apa pun yang terjadi.." "terimakasih banyak wahai penebang
kayu, sebagai tanda terimakasih aku akan memberikan apel emas ini untukmu"
PLUK! (suara apel jatuh dari pohonnya) Sang penebang kayu itu pun tersenyum
sambil melihat pohon itu ia pun memeluk pohon itu sambil berlinang air mata dan
berkata "terimakasih wahai pohon yang bijaksana aku berhutang sekali
padamu".
Suatu hari sang
penebang kayu dipanggil oleh sang raja dan ia pun langsung menghadap ke raja
dan berkata "apakah yang mulia raja memanggil saya??.." sambil
menahan amarahnya sang raja berkata "tentu saja!, apakah kamu ingat?...
apa yang telah aku perintah kan untukmu?? " “… tentu saja baginda. Anda
menyuruh saya untuk menebang semua pohon yang disekitar istana baginda, lalu
baginda apakah ada yang salah baginda??” “jangan main-main ya… anda berhadapan
dengan seorang raja disini… setelah saya berkeliling istana saya, saya melihat
dengan mata kepala saya sendiri, bahwa ada 1 pohon yang masih berdiri
ditempatnya dan tak lecet sedikit pun, apakah yang terjadi gerangan??” sang
penebang kayu pun bingung dan tidak tau harus berkata apa, kemudian secara
terpaksa harus memperlihatkan apel emas itu kepada sang raja “Tetapi baginda,
pohon itu telah memberikanku ini (sambil menunjukan apel emas)” raja pun tergiur melihat apel emas itu dan
berkata “Baiklah aku akan membiarkan mu untuk membiarkan pohon itu berada
ditempatnya” sang penebang kayu itu pun lega hatinya.
Pada suatu malam sang raja pun
berpura-pura ingin memotong pohon itu dengan alasan ingin apel emas itu pohon
itu pun berkata padanya "Wahai raja yang bijaksana, tolong jangan tebang
saya karena umurku ini sudah sangat tua... akarku sudah sangat keras dan besar,
dan aku sudah nyaman tinggal disini. Tolonglah aku... jangan tebang aku...
tolonglah.." raja pun menjawab “Baiklah tetapi dengan satu syarat, berikan
apel emas itu!” “Bila itu permintaan mu
tuan” pohon itu pun menjatuhkan satu persatu apel dari tangkainya, tak disangka
apel-apel itu menimbun sang raja hingga akhirnya ia meninggal dunia.
[Amirah Hasna]
thx for comen
BalasHapus